Tayangan Halaman

Saturday, 19 May 2018

Sertifikasi TOGAF 2018: Mengapa, Apa dan Bagaimana?



Ringkasan Kursus Sertifikasi TOGAF 2018 di Indonesia

Apa Sertifikasi TOGAF? Standar Open Group TOGAF® 9.1 adalah metodologi dan kerangka kerja Arsitektur Perusahaan yang terbukti. Ini telah dibangun selama beberapa tahun melalui partisipasi terbuka dan kolaborasi antara praktisi industri terkemuka untuk menjadi standar Arsitektur Perusahaan yang paling menonjol dan dapat diandalkan di seluruh dunia. Profesional yang fasih dalam standar TOGAF® menikmati kredibilitas industri yang lebih besar, efektivitas kerja, dan peluang karir.

TOGAF® 9 menyediakan Metode Pengembangan Arsitektur, Kerangka Konten, dan Kerangka Kemampuan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menciptakan Arsitektur Enterprise organisasi. Selain itu, TOGAF® 9 menyediakan berbagai alat, blok bangunan, dan sumber daya yang memfasilitasi proses dan memungkinkan desain dan pengembangan Arsitektur Perusahaan di empat domain; Bisnis, Data, Aplikasi, dan Teknologi.


TOGAF™ Certified ini merupakan kelanjutan dari training TOGAF™ Foundation. Training ini merupakan persiapan ujian sertifikasi bagi anda yang ingin mendapatkan sertifikasi TOGAF 9.1. Tujuan sertifikasi TOGAF 9.1 Certified ini sendiri adalah untuk validasi bahwa anda mempunyai pengetahuan, mampu menganalisa dan menerapkan pengetahuan TOGAF 9.1 tersebut. Adapun fokus pada training ini yaitu penerapan serta analisa pengetahuan dan pemahaman. Yang merupakan Training yang waktu pelaksanaan, durasi, harga, silabus, tempat dan jumlah pesertanya dapat disesuaikan dengan permintaan anda.

Mengapa Sertifikasi TOGAF menjadi penting? Sertifikasi Open Group TOGAF 9 sangat penting untuk digunakan oleh perusahaan terkemuka di dunia untuk mengesahkan pengetahuan inti umum tentang metodologi dan kerangka kerja Kredensial terpercaya, vendor netral, dikenali secara global dan portabel Berharga dalam mendemonstrasikan kepada atasan dan mengintip komitmen Anda terhadap arsitektur enterprise sebagai sebuah disiplin Perpindahan karir yang luar biasa dan sertifikasi dasar dalam karir arsitek perusahaan.

Delegasi akan memahami kerangka kerja TOGAF® 9.1 dan bagaimana menerapkannya secara praktis untuk mendukung rancangan dan implementasi Arsitektur Perusahaan.

TARGET AUDIENCE

  • Arsitek perusahaan
  • Arsitek informasi
  • Arsitek teknologi
  • Arsitek aplikasi
  • Sistem integrator
  • Analis bisnis
  • Program dan manajer proyek
  • Bisnis dan spesialis teknis lainnya terlibat dalam pengembangan arsitektur perusahaan






Isi / garis besar program dari Sertifikasi TOGAF diantaranya:

  • Konsep TOGAF®
  • Tampilan Arsitektur, Sudut Pandang & Pemangku Kepentingan
  • Blok bangunan
  • Tata Kelola Arsitektur
  • Fase dan Langkah ADM
  • Pengiriman ADM
  • Pedoman & Teknik ADM
  • Enterprise Continuum & Tools
  • Model Referensi TOGAF®
  • Teknik Perencanaan Migrasi
  • Manajemen pemangku kepentingan
  • Arsitektur Repositori
  • Pedoman untuk Mengadaptasi ADM
  • Kerangka Kerja Arsitektur
  • Teknik Dukungan Implementasi


Untuk mengikuti Sertifikasi TOGAF 2018 di Indonesia membutuhkan waktu pelatihan selama lima hari (4 hari pelatihan intensif dan 1 hari ujian). Kursus yang diakreditasi The Open Group ini terdiri dari instruksi terperinci tentang TOGAF® 9.1 sesuai dengan persyaratan sertifikasi Level 1 dan 2 TOGAF® 9 The Open Group. Ini termasuk studi kasus dan latihan untuk membuat teori relevan, serta materi untuk membantu Anda dalam persiapan Anda untuk ujian sertifikasi. Setiap delegasi akan menerima voucher pemeriksaan sertifikasi gabungan untuk menyelesaikan ujian sertifikasi TOGAF® 9 level 1 dan 2. Sertifikasi TOGAF 2018 ini membutuhkan biaya Rp 17.000.000.



Berikut ini adalah beberapa Jadwal Sertifikasi TOGAF di Indonesia sepanjang 2018:


TOGAF® 9.1 Foundation & Certified (Level 1 & 2)
Kuningan, Jakarta Selatan | 04 – 08 June 2018 | Rp 17.000.000
Kuningan, Jakarta Selatan | 27 August – 01 September 2018 | Rp 17.000.000
Kuningan, Jakarta Selatan | 08 – 12 October 2018 | Rp 17.000.000
Kuningan, Jakarta Selatan | 10 – 14 December 2018 | Rp 17.000.000
Waktu: 09.00AM - 05.00PM
Tempat: AXA Tower Kuningan City, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Setiabudi - Kuningan, Jakarta Selatan

Paket fasilitas:
  • TOGAF® versi 9.1 level 1 & 2 Courseware
  • TOGAF® versi 9.1 level 1 & 2 Menggabungkan Ujian
  • Sertifikasi TOGAF® versi 9.1 (Jika lulus ujian)
  • Sertifikat Penyelesaian
  • Makan siang dan Coffee Break
  • Suvenir


Di akhir program, para peserta akan dinilai dengan 150 menit Ujian TOGAF® 9 Gabungan Bagian 1 dan Bagian 2, yang terdiri dari 40 pertanyaan Pilihan Ganda Sederhana dan 8 Skenario Berbasis, Pilihan Berganda Kompleks

Informasi selengkapnya bisa didapat di: Sertifikasi TOGAF 2018

Monday, 16 April 2018

Pemodelan Enterprise Architecture: The Open Group Architecture Framework (TOGAF)



TOGAF atau The Open Group Architecture Framework adalah suatu kerangka kerja arsitektur perusahaan yang memberikan pendekatan komprehensif untuk desain, perencanaan, implementasi, dan tata kelola arsitektur informasi perusahaan. Arsitektur ini biasanya dimodelkan dengan empat tingkat atau domain; bisnis, aplikasi, data, dan teknologi. TOGAF dikembangkan oleh Architecture Forum dari The Open Group sejak pertengahan 1990-an dengan versi pertamanya terbit pada tahun 1995. Versi terakhirnya yaitu TOGAF 9.1 yang dirilis pada 1 Desember 2011, yang berisi sejumlah pembaruan untuk versi sebelumnya (TOGAF 9). Framework TOGAF digunakan oleh arsitek perusahaan untuk merancang, merencanakan, melaksanakan, dan mengatur perusahaan arsitektur organisasi.

Organisasi atau perusahaan-perusahaan saat ini perlu memakai TOGAF dalam merancang dan merencanakan proses bisnisnya. Lebih dari 20.000 orang di seluruh dunia sejauh ini mengambil kursus TOGAF terakreditasi, khususnya sertifikasi TOGAF 9. TOGAF 9 Sertifikasi dianggap sebagai kerangka standar industri dan metodologi untuk praktik arsitektur enterprise.

TOGAF merupakan kerangka kerja yang dibangun pada standar terbuka. Ini berarti organisasi mampu menggunakan TOGAF sebagai kerangka arsitektur perusahaan mereka secara gratis. Mereka tidak perlu membayar biaya pemeliharaan organisasi atau apa pun untuk menerapkan kerangka ini. TOGAF memiliki komunitas pengguna yang kuat yang mendukung pengembangan kerangka. Ini adalah salah satu kerangka kerja yang paling banyak diadopsi oleh organisasi di seluruh dunia.

Pada saat bagaimana TOGAF diperlukan? TOGAF diperlukan ketika suatu organisasi/ perusahaan perlu mengembangkan suatu Enterprise Architecture dengan kebutuhan bisnis yang digambarkan secara rinci. Adanya TOGAF menyebabkan lebih banyak kesempatan bagi organisasi untuk menemukan sumber daya dalam domain yang telah sangat sulit untuk merekrut arsitek perusahaan yang memenuhi syarat yang mampu memahami bagaimana perusahaan mereka melakukan bisnis.

Sejak perusahaan menggunakan TOGAF, manfaaat yang didapat benar-benar akan membuat perbedaan dalam organisasi untuk membuat keputusan yang lebih baik pada teknologi untuk mendukung kebutuhan bisnis mereka. TOGAF memberikan metode yang detil tentang bagaimana membangun dan mengelola serta mengimplementasikan arsitektur enterprise dan sistem informasi.

Kerangka TOGAF telah dicoba, diuji, divalidasi di banyak organisasi di seluruh dunia. Kerangka kerja ini dapat digunakan dengan kerangka kerja manajemen lainnya. Sebagai contoh, jika perusahaan Anda menggunakan ITIL maka Anda dapat juga mengintegrasikan TOGAF ke dalam praktek ITIL. Ada banyak manfaat dari memiliki kerangka yang banyak digunakan, diterima, dan standar industri. Organisasi Anda harus memilih kerangka yang akan mengembangkan jenis artefak yang dibutuhkan yang spesifik untuk kebutuhan organisasi Anda. Ketika Anda menerapkan proses, prosedur, tata kelola, dan struktur untuk mengelola arsitektur enterprise Anda maka Anda harus melihat kelincahan yang lebih besar perusahaan, komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan yang lebih baik oleh eksekutif perusahaan.

TOGAF memiliki beberapa kelebihan yaitu memiliki sifat fleksibel dan open source, sistematis, fokus pada siklus implementasi & proses, kaya akan area teknis arsitektur, dan resource base yang menyediakan banyak material referensi. Karena melibatkan banyak pihak terutama industri, di TOGAF banyak memberikan best practice atau kejadian riil di dunia nyata. Kekurangan yang dimiliki yaitu Tidak ada templates standart untuk seluruh domain (misalnya untuk membuat blok diagram) dan Tidak ada artefak yang dapat digunakan ulang (ready made).

Bagian-bagian dari TOGAF

TOGAF memandang enterprise architecture ke dalam empat kategori yaitu:

  • Business Architecture: Mendeskripsikan tentang bagaimana proses bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Application Architecture: Merupakan pendeskripsian bagaimana aplikasi tertentu didesain dan bagaimana interaksinya dengan apikasi lainnya.
  • Data Architecture: Adalah penggambaran bagaimana penyimpanan, pengelolaan dan pengaksesan data pada perusahaan.
  • Technical Architecture: Gambaran mengenai infastruktur hardware dan software yang mendukung aplikasi dan bagaimana interaksinya.

TOGAF secara umum memiliki struktur dan komponen sebagai berikut:

  • Architecture Development Method (ADM) : Merupakan bagian utama dari TOGAF yang memberikan gambaran rinci bagaimana menentukan sebuah enterprise architecture secara spesifik berdasarkan kebutuhan bisnisnya.
  • Foundation Architecture (Enterprise Continuum) : Foundation Architecture merupakan sebuah “framework-within-a-framework” dimana didalamnya tersedia gambaran hubungan untuk pengumpulan arsitektur yang relevan, juga menyediakan bantuan petunjuk pada saat terjadinya perpindahan abstraksi level yang berbeda. Foundation Architecture dapat dikumpulkan melalui ADM. Terdapat tiga bagian pada foundation architecture yaitu Technical Reference Model, Standard Information dan Building Block Information Base.
  • Resource Base: Pada bagian ini terdapat informasi mengenai guidelines, templates, checklists,latar belakang informasi dan detil material pendukung yang membantu arsitek didalam penggunaan ADM.

Demikian, rangkuman tentang pemodelan arsitektur enterprise TOGAF. Menurut saya, TOGAF sangat cocok digunakan organisasi/ perusahaan dalam merancang dan merencanakan Eenterprise Architecture untuk menjalankan proses bisnisnya. Dengan kemudahan serta terdapat metode dan tools yang bisa dikatakan lengkap. Perusahaan yang menggunakan TOGAF dapat dipastikan bahwa desain dan spesifikasi pengadaan bisnis yang akan sangat memudahkan karena sistemnya yang terbuka dan gratis. Dan akan memungkinkan bertambahnya manfaat keuntungan bisnis bagi perusahaan.

Monday, 19 March 2018

Mengenal "Enterprise Architecture Framework" : Zachman, TOGAF, FEA, dan Gartner


Ini adalah hasil rangkuman kuliah enterprise architecture di Prodi Sistem Informasi, Universitas Trunojoyo Madura.

Enterprise Architecture adalah cetak biru organisasi yang berisi proses bisnis, data, aplikasi, dan infrastruktur IT, yang dirancang dan ditetapkan secara terpadu untuk membantu berjalannya kegiatan organisasi dengan lebih efektif dan efisien. Enterprise Arcitecture Framework merupakan sebuah struktur yang mendefinisikan bagaimana mengorganisasikan banyak proses bisnis di dalam organisasi yang terpecah-pecah dan tidak sinkron sehingga dapat diintegrasikan, rensponsif terhadap perubahan, dan bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

Berikut, beberapa diantara EA Framework :

A. Zachman Framework Zachman Framework merupakan framework enterprise architecture untuk sebuah arsitektur enterprise, dimana framework tersebut memberikan sebuah cara formal dan sangat terstruktur untuk melihat dan mendefinisikan sebuah enterprise. Framework tersebut berisikan matrik klasifikasi 2 dimensional berdasarkan pada interseksi dari 6 pertanyaan komunikasi ( What, Where, When, Why, Who, dan How ) dengan 6 baris untuk ratifikasi transformasi.


B. The Open Group Architecture Framework (TOGAF) The open group architecture framework (TOGAF) adalah suatu framework untuk arsitektur perusahaan yang memberikan pendekatan yang komprehensif untuk merancang, perencanaan, pelaksanaan, dan tata kelola arsitektur informasi perusahaan. TOGAF merupakan level atas dan pendekatan holistik untuk desain, yang biasanya dimodelkan pada empat tingkat, yaitu bisnis, aplikasi, data, dan teknologi. TOGAF memiliki pandangan sendiri, yang dapat ditentukan baik sebagai deskripsi formal dari suatu sistem, atau rencana rinci dari sistem pada tingkat komponen untuk memandu pelaksanaan, atau sebagai struktur komponen, hubungannya, prinsip-prinsip dan pedoman yang mengatur desain dan evolusi.



TOGAF didasarkan pada empat pilar yang disebut domain arsitektur yaitu:
1. Arsitektur bisnis atau arsitektur bisnis proses yang mendefinisikan strategi bisnis, pemerintahan, organisasi, dan proses bisnis utama organisasi.
2. Arsitektur aplikasi yang menyediakan cetak biru untuk sistem aplikasi, interaksi antara sistem aplikasi, dan hubungannya dengan proses bisnis utama dari organisasi.
3. Arsitektur data yang menggambarkan struktur logis dan fisik aset organisasi data dan data yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya.
4. Arsitektur teknis atau arsitektur teknologi yang menggambarkan perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur jaringan yang dibutuhkan untuk mendukung penyebaran.

C. Federal Enterprise Architecture Framework (FEAF) Federal enterprise architecture adalah arsitektur enterprise pemerintah federal. Sebuah enterprise architecture menggambarkan keadaan pada saat ini dan masa depan lembaga, dan menjabarkan rencana untuk transisi dari kondisi saat ini ke keadaan masa depan yang diinginkan. Federal enterprise architecture adalah sebuah karya dalam proses untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dirancang untuk kemudahan berbagi informasi dan sumber daya di seluruh badan-badan federal, mengurangi biaya, dan memperbaiki keadaan masyarakat.


D. Gartner (Formerly, The Meta Framework) Menurut Gartner, arsitektur enterprise adalah mengenai menyatukan tiga unsur yaitu pemilik bisnis, spesialis informasi, pelaksana teknologi. Arsitektur enterprise dalam tampilan Gartner adalah tentang strategi bukan tentang teknik. Hal ini difokuskan pada tujuan. Salah satu visi yang memiliki konsekuensi besar adalah di arsitektur bisnis, informasi dan teknik.

Perbandingan Framework didasarkan pada:

Taxonomy completeness
Mereferensi bagaimana anda dapat menggunakan methodology untuk mengklasifikasi beberapa artefak arsitektural. Merupakan focus keseluruhan zachman. Methodology lain tidak memfokuskan banyak hal pada area ini.

Process completeness
Mereferensi bagaimana methodology memberikan pengarahan kepada anda melalui proses langkah demi langkah di dalam membuat sebuah arsitektur enterprise. Merupakan focus TOGAF pada Architecture Development Method (ADM).

Reference-model guidance
Mereferensi bagaimana kegunaan methodology dapat membantu anda di dalam membangun sebuah kumpulan yang relevan dari model referensi. Merupakan focus dari FEA. TOGAF menyediakan dukungan.

Practice guidance
Mereferensi bagaimana methodology dapat menolong anda di dalam assimilasi pola pikir dari arsitektur enterprise ke dalam organisasi dan membangun kultur/budaya dimana itu bernilai dan dipergunakan. Merupakan Gartner’s practice architectural.

Maturity model
Mereferensi seberapa banyak pengarahan methodology untuk dapat memberikan sebuah penilaian untuk efektifitas dan kematangan dari organisasi lain, dimana pengalaman organisasi di dalam penggunaan arsitektur enterprise.

Business focus
Mereferensi methodology mana yang berfokus pada penggunaan teknologi untuk mendorong nilai bisnis, dimana nilai bisnis merupakan secara spesifik didefinisikan untuk mereduksi pengeluaran dan meningkatkan penerimaan.

Governance guidance
Mereferensi seberapa banyak methodology dapat dengan mudah dimengerti dan membuat sebuah model governance secara efektif untuk enterprise architecture.

Partitioning guidance
Mereferensi bagaimana methodology dapat membantu anda ke dalam efektif otonomi partisi dari enterprise, dimana merupakan pendekatan yang sangat penting untuk mengelolan kompleksitas.

Prescriptive catalog
Mereferensi seberapa baik methodology membantu anda di dalam pengaturan katalog dari asset arsitektural dimana dapat dipergunakan kembali di dalam aktifitas di masa depan.

Vendor neutrality
Mereferensi bagaimana seharusnya dapat dikunci ke dalam organisasi consulting spesifik dengan mengadopsi methodology tersebut. Rating yang tinggi mengindikasi bagaimana low vendor lock-in.

Information availability
Merupakan jumlah dan kualitas untuk informasi gratis atau tidak terlalu mahal mengenai methodology.

Time to value
Mereferensi untuk rentang waktu yang biasa digunakan menggunakan methodology sebelum memulai menggunakan methodology tersebut untuk membangun solusi untuk memberikan nilai bisnis yang tinggi.


Sunday, 26 November 2017

Metode-metode Pengembangan Perangkat Lunak Beserta Perbedaannya



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Hallo. Selamat datang pembelajar TI masa kini. Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang “Metode-metode Pengembangan Perangkat Lunak Beserta Perbedaannya”. Sebelumnya, Apa itu Pengembangan Perangkat Lunak?. Pengembangan Perangkat Lunak adalah penerapan struktur pada pengembangan suatu Perangkat Lunak (Software), yang bertujuan untuk mengembangkan sistem dan memberikan panduan untuk menyukseskan proyek pengembangan sistem melalui suatu metode pengembangan tertentu.
Ada beberapa metode yang digunakan dalam mengembangkan software, diantaranya:
  • Agile Software Development Methodology
  • Rapid Application Development Methodology
  • Dynamic System Development Model Methodology
  • Extreme Programming Methodology
  • Scrum Development Methodology


Berikut pembahasan "Metode-metode Pengembangan Perangkat Lunak Beserta Perbedaannya":
1. Agile Software Development Methodology
Agile Software Development Methodology adalah sekelompok metodologi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada prinsi-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Agile memiliki pengertian bersifat cepat, ringan, bebas bergerak, dan waspada. Diharapkan dengan memakai Agiel Software Development Methodology dapat dihasilkan perangkat lunak yang mempunyai nilai jual yang tinggi, biaya pembuatan bisa ditekan dan perangkat lunak bisa berjalan dengan baik.
Prinsip Agile Software Development:


  1. Kepuasan pelangga dengan penyampaian awal dan penyampain perangkat lunak yang bernikai dengan terus-menerus.
  2. Menerima perubahan permintaan, bahkan dalam pengembangan akhir.
  3. Perkembangan perangkat lunak disampaikan secara sering setiap minggu.
  4. Selalu koordinasi dekat antara klien dan pengembang perangkat lunak.
  5. Proyek yang dibangun di sekitar individu yang termotivasi, yang bisa dipercaya
  6. Percakapn face to face adalah bemtuk terbaik dari komunikasi.
  7. Sofyware kerja adalah ukuran utama dari kemajuan.
  8. Pengembangan berkelanjutan mampu mempertahankan kecepatan pengerjaan yang stabil.
  9. Memperhatikan keunggulan teknis dan desain yang baik berkelanjutan.
  10. Kesederhanaan seni-seni memaksimalkan jumlah pekerjaan tidak dilakukan sangat penting.
  11. Arsitektur, persyaratan, dan desain terbaik muncul dari tim yang mengatur dirinya sendiri.
  12. Tim mencerminkan tentang bagaimana menjadi lebih efektif, dan menyesuaikan secara teratur.

Kerangka pengembangan perangkat kunak Agile yang umum termasuk:


  • Adaptive software development
  • Agile modeling
  • Agile Unified Process (AUP)
  • Crystal Clear methods
  • Disciplined agile delivery
  • Dynamic System Development Method (DSDM)
  • Extreme Progamming (XP)
  • Feature-driven development
  • Learn software development
  • Kanban
  • Scrum
  • Scrumban
  • Rapid Applivation Development (RAD)

Pengembangan agile didukung oleh sejumlah praktik yang kongkrit, yang meliputi sektor permintaan, desain, permodelan, coding, pengujian, perencanaan, manajemen resiko, proses, kualitas, dan lain-lain.
Kelebihan dari pengembangan Agile:


  • Meningkatkan kepuasan pada klien
  • Pembangunan System dibuat lebih cepat
  • Mengurangi resiko kegagalan implementasi software dari segi non-teknis.
  • Kerugian kegagalan  dari segi materi relative kecil.

Kekurangannya : Pengembanh hafus selalu siap dengan perubahan karena perubahan kebanyakan akan selalu diterima.


2. Rapid Application Development
Rapid Application Development adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat.


Prinsip.

    RAD memiliki banyak unsur­unsur yang membuat sebuah metodologi yang unik termasuk  prototyping, iterative development, time boxing, team members, management approach, dan RAD tools. 

Kelebihan.

RAD mempunyai kelebihan sebagai berikut:

1.Sangat berguna dilakukan pada kondisi user tidak memahami kebutuhan apa aja yang digunakan pada proses pengembangan perangkat lunak. 
2.RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object) sehingga pengembang tidak perlu membuat dari awal lagi dan waktunya lebih singkat. 
3.Karena mempunyai kemampuan untuk menggunakan komponen yang sudah ada dan waktu yang lebih singkat maka membuat biaya menjadi lebih rendah  

Kekurangan.

Beberapa   hal   yang   perlu   diperhatikan   dalam   implementasi   pengembangan menggunakan model RAD :

1.Proyek yang berskala besar, RAD memerlukan sumber daya manusia yang memadai untuk menciptakan jumlah tim yang baik.  
2.RAD menuntut pengembang dan pelanggan memiliki komitmen dalam aktivitas rapid fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem dalam waktu singkat. jika komitmen tersebut tidak ada maka proyek RAD akan gagal.


3. Dynamic System Development Model Methodology (DSDM)
Dynamic System Development Model Methodology adalah suatu kerangka kerja awalnya didasarkan pada Rapid Application Developement (RAD). Sebagai perluasan dari RAD, DSDM memusatkan pada proyek sistem informasi yang didirikan oleh jadwal dan anggaran yang ketat. DSDM berupaya mengatasi penyebab-penyebab kegagalan proyek diantaranya melebihi anggaran, terlambat dari jadwal, kurangnya keterlibatan pengguna, dan lemahnya komitmen dari para pimpinan.
DSDM terdiri dari 3 tahapan utama, dan 5 sub tahap :
  1. Sebelum proyek, di mana kandidat proyek diidentikasi, pembiayaan proyek terpenuhi, dan jaminan proyek dipastikan. Penanganan hal-hal tersebut pada tahap ini menghindari masalah pada tahap-tahap berikutnya.
  2. Siklus hidup proyek, merupakan inti dari DSDM, yang terdiri dari 5 sub tahap yaitu : 1 studi kelayakan, 2 studi bisnis, 3 perulangan model fungsional, 4 perulangan perancangan dan pembuatan, 5 penerapan.
  3. Setelah proyek, yaitu memastikan sistem berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini diwujudkan dengan perawatan, peningkatan dan perbaikan sesuai prinsip-prinsip DSDM.

4. Extreme Programming Methodology
Extreme Programming Methodology adalah salah satu model pengembangan perangkat lunak dalam pendekatan agile yang diperkenalkan oleh Kent Back. Menurut penjelasannya, definisi XP adalah sebagai berikut: "Extreme Programming (XP) adalah metode pengembangan software yang cepat, efisien, beresiko rendah, fleksibel, terprediksi, scientific , dan menyenangkan".
   XP dimunculkan untuk menangani perubahan-perubahan yang biasanya sering terjadi pada saat pengembangan berlangsung bahkan pada saat proses pengembangan sudah hampir berakhir. Selain itu XP juga dimunculkan untuk mengatasi berbagai requirements yang tidak jelasdari user.

Prinsip.

1. Aliran umpan balik (Rapid Feedback)
2. Asumsi kesederhanaan (Asume Simplicity)
3. Penambahan perubahan (Incremental Change)
4. Pemelukan pekerjaan (Embrace Work)
5.  Kualitas kerja (Quality Work)

Kelebihan.

1. Menjalin komunikasi yang baik dengan klien. (Planning Phase)
2. Menurunkan biaya pengembangan (Implementation Phase)
3. Meningkatkan komunikasi dan sifat saling menghargai antar developer. (Implementation Phase)
4. XP merupakan metodologi yang semi formal. (Planning Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan akan selalu diterima, atau dengan kata lain eksibel. (Maintenance Phase.

Kelemahan.

Jika terlalu banyak dokumentasi (formal), maka sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak tidak lagi dapat diklasifikasikan ke dalam agile methods.

5. Scrum Development Methodology
Scrum Development Methodology adalah salah satu metode rekayasa perangkat lunak dengan menggunakan prinsip-pendekatan agile, yang bertumpu pada kekuatan kolaborasi tim, incremental product dan proses iterasi untuk mewujudkan hasil akhir. Artinya, metode scrum dapat dilakukan di sebuah kepanitiaan ataupun proyek lain di luar bisnis teknologi informasi.
Scrum didasari oleh teori kontrol proses empiris, atau dengan kata lain, empirisme. Empirisme menekankan bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman dan pembuatan keputusan didasari oleh pengetahuan yang telah dimiliki hingga saat ini. Scrum menggunakan pendekatan berkala (iterative) dan bertahap (incremental) untuk meningkatkan prediktabilitas dan mengendalikan resiko. Ada tiga pilar dari setiap implementasi kontrol proses empiris yakni: transparansi, inspeksi dan adaptasi.





Monday, 6 November 2017

Sistem Operasi (Mac OS, Linux, dan Android)


Sebelum ada sistem operasi, orang-orang hanya menggunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang teknologi informasi, pada saat ini terdapat komputer dengan berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Secara umum, pengertian sistem operasi adalah perangkat lunak atau software pengelola sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber daya sistem komputer. Sistem operasi merupakan penghubung antara para pengguna komputer dengan perangkat keras komputer (hardware).


Sistem operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:

  • Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory.
  • Kernel, yaitu inti dari sebuah sistem operasi.
  • Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna.
  • Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.
  • Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya.

Fungsi sistem operasi:

  • Sistem operasi membuat komputer menjadi lebih mudah dan menarik serta nyaman untuk digunakan.
  • Sistem operasi memungkinkan sumberdaya komputer digunakan secara efisien.
  • Sistem operasi yang disusun/diprogram sedemikian rupa memungkinkan menerima perubahan/pengembangan baru yang efektif dan efisien, dapat melakukan pengujian sistem tanpa mengganggu layanan yang telah ada.
Postingan ini membahas tiga diantara sistem operasi yang paling utama digunakan, yaitu Mac OS, Linux, Android.

A. Mac OS



Mac OS adalah singkatan dari Macintosh Operating System. Mac OS adalah sistem operasi komputer yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel dengan PC berbasis IBM.

Macintosh Operating System atau sistem operasi Macintosh merupakan sistem operasi yang digunakan untuk mengoperasikan komputer notebook Apple Macintosh. Mac OS merupakan sistem operasi pertama yang menggunakan Graphical User Interface – GUI. Orang-orang penting pada Macintosh yaitu Bill Atkinson, Jef Raskin dan Andy Hertzfeld. Komputer ini dinamakan berdasarkan McIntosh, jenis apel yang disukai Jef Raskin. Macintosh diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari 1984 lewat iklan Super Bowl yang fenomenal.


Jenis-jenis Macintosh :


Keunggulan :

  • Multitasking.
  • Bisa mengenali file format windows.
  • Tampilan yang lebih glossy sehingga bagus untuk graphic design/multimedia.
  • Dokumen-dokumen yang dibuat di Mac bisa dibaca di OS yang lain, dan sebaliknya. 
  • Ada "Time Machine‟ yang akan bekerja secara otomatis pada background untuk membackup data-data pengguna agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. 
  • Ada program “sherlock“ yang tidak hanya mencari file pada harddisk dan dalam jaringan lokal, tapi juga dapat beraksi di Internet dan mencari berdasarkan keyword.
  • Relatif stabil.
  • Macintosh memiliki keamanan terhadap virus, spyware, dan sebagainya. 
  • Operating System Mac ini mudah digunakan dan mudah dipelajari. 
  • Mac OS memiliki jaminan kepastian dan support hardware yang jelas.

Kekurangan :

  • Harganya Mahal.
  • Mac OS bisa digunakan bersama-sama sistem operasi lain tapi membutuhkan program tambahan ( parallels dekstop ).
  • Mac tidak bisa dirakit sendiri karena Apple sudah tidak memberi license buat perusahaan lain untuk membuat hardware yang bisa menggunakan Mac OS.
  • Software di Mac OS tidak begitu lengkap.
  • Kurang cocok untuk aplikasi gaming.


B. Linux



Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Pengguna Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri konfigurasi terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Linux juga sering digunakan sebagai sistem operasi embeded. Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro.

Beberapa macam linux antara lain:
1. Fedora Core 4
2. Suse
3. Ubuntu 5.04
4. Knoppix 3.8
5. PC Linux OS
6. Linux Xnuxer
7. Mandrake 10.0

Keunggulan :
  • Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka, lisensi gratis.
  • Linux mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah menggunakan Windows. 
  • Linux berjalan relatif stabil dan mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik.
  • Dibangun oleh berbagai macam komunitas programmer di seluruh dunia.
  • Keamanan yang lebih unggul daripada Windows.
  • Sudah mulai banyak didukung vendor hardware dan software.
Kekurangan :
  • OS agak sulit dimengerti orang awam.
  • Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan linux dan masih "windows minded".
  • Aplikasi belum sebanyak windows.
  • Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows. 
  • Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.

C. Android


Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Hanset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.
Versi Android diawali dengan dirilisnya Android beta pada bulan November 2007. Versi komersial pertama, Android 1.0, dirilis pada September 2008. Android dikembangkan secara berkelanjutan oleh Google dan Open Handset Alliance (OHA), yang telah merilis sejumlah pembaruan sistem operasi ini sejak dirilisnya versi awal.
Sejak April 2009, versi Android dikembangkan dengan nama kode yang dinamai berdasarkan makanan pencuci mulut dan penganan manis. Masing-masing versi dirilis sesuai urutan alfabet, yakni Cupcake (1.5), Donut (1.6), Eclair (2.0–2.1), Froyo (2.2–2.2.3), Gingerbread (2.3–2.3.7), Honeycomb (3.0–3.2.6), Ice Cream Sandwich (4.0–4.0.4), Jelly Bean (4.1–4.3), KitKat (4.4+), Lollipop (5.0+), Marshmallow (6.0+), hingga yang terbaru adalah Nougat (7.0+) dan selanjutnya versi android terbaru yang ditunggu-tunggu adalah Android O (8.0+).
Keunggulan :
  • Fitur-fitur aplikasi mudah digunakan.
  • Android dapat juga dikatakan sistem operasi berbasis Linux yang open source. Dengan begitu akan memberikan peluang besar untuk para developer membuat dan mengembangkan aplikasi-aplikasi yang bagus dan canggih.
  • Pengguna bebas memilih aplikasi mana saja yang ingin digunakan.
  • Banyak aplikasi yang dapat digunakan secara gratis dengan berbagai fungsinya, itu secara resmi tersedia di Google Play Store.
  • Sistem operasi Android bersifat multitasking.
  • Aplikasi untuk sistem Android juga dikembangkan secara up to date, sehingga setiap waktu akan muncul berbagai program dengan teknologi baru yang luar biasa fitur-fiturnya.
  • Dapat menginstal ROM yang dimodifikasi, akan tetapi pada sistem operasi Android sendiri memiliki cukup banyak jenis custom ROM.
  • Android dapat digunakan berbagai merek smartphone.
  • Widget yang ada di homescreen bisa diakses dengan berbagai setting, cepat dan juga mudah.
Kekurangan :
  • Sistem operasi Android tampaknya menuntut pengguna untuk harus memiliki koneksi internet dalam keadaan aktif.
  • Seringkali  pada aplikasi yang digunakan akan memunculkan iklan yang cukup mengganggu.
  • Baterai pada smartphone dengan sistem Android akan sangat boros dibandingkan OS lainnya.


Power BI: How to Get Data from Web